Demam Berdarah Dengue : Kenali dan Atasi


Alodokter
Sehat Wikipedia
Artikel Terkait




Artikel Lainnya :




Pengertian DBD


Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegyptidan Aedes albocpictus. 


Salah satu faktor risiko terjadinya DBD yaitu infeksi sekunder yang disebabkan oleh serotipe virus yang berbeda dari serotipe virus yang telah menginfeksi sebelumnya (setiabudiDjatnika2013).

Faktor Risiko Demam Berdarah


Demam berdarah dapat dipicu oleh faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko demam berdarah, yaitu:
Pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar.Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut


Gejala Demam Berdarah


Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:

  1. Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius
  2. Nyeri kepala berat
  3. Nyeri pada sendi, otot, dan tulang
  4. Nyeri pada bagian belakang mata
  5. Nafsu makan menurun
  6. Mual dan muntah
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening
  8. Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam
  9. Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
  10. Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.
Diagnosis Demam Berdarah

Diagnosis penyakit demam berdarah akan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis. Selain itu pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah di laboratorium juga harus dilakukan. Sebaiknya, setelah merasakan ada gejala-gejala demam berdarah, segera konsultasi atau langsung kunjungi rumah sakit terdekat, agar bisa langsung dilakukan diagnosis.


Komplikasi Demam Berdarah


Saat demam berdarah terlambat untuk ditangani, maka komplikasi akan terjadi. Komplikasi demam berdara atau dengue shock syndrome (DSS) memiliki beberapa gejala dan tanda, yaitu:

  1. Tanda perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, perdarahan di bawah kulit, muntah hitam, batuk darah, maupun buang air besar dengan feses kehitaman
  2. Tekanan darah menurun
  3. Kulit basah dan terasa dingin
  4. Denyut nadi melemah
  5. Frekuensi buang air kecil menurun dan jumlah urine yang keluar sedikit
  6. Mulut kering
  7. Sesak nafas atau pola napas tidak beraturan.
Penanganan yang tepat dan cepat harus dilakukan ketika pengidap sudah mengalami DSS. Jika tidak segera dilakukan penanganan, maka bisa mengakibatkan gangguan fungsi organ tubuh yang berujung pada kematian.

Pengobatan Demam Berdarah


Pengobatan yang spesifik untuk mengobati demam berdarah saat ini belum ada. Pengobatan bertujuan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memberat. Beberapa upaya yang dianjurkan dokter, yaitu:



  1. Banyak minum cairan agar terhindar dari dehidrasi
  2. Cukup istirahat
  3. Konsumsi obat penurun panas yang relatif aman dan dianjurkan dokter
  4. Menghindari konsumsi obat-obatan pereda nyeri. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi perdarahan.
  5. Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.
Pencegahan Demam Berdarah

Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu:



  1. Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan
  2. Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu
  3. Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu
  4. Menutup rapat tempat penampungan airMelakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti
  5. Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
  6. Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah
  7. Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras
  8. Menggunakan kelambu saat tidur
  9. Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
  10. Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian
  11. Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi
  12. Mengenakan pakaian yang longgar
  13. Menggunakan krim anti-nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide(DEET), tetapi jangan gunakan DEET pada anak di bawah 2 tahun.
Kapan Harus ke Dokter

Jika sudah melakukan pencegahan, tetapi demam berdarah masih menyerang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi dokter untuk meminta saran. Penanganan sedini mungkin akan membantu mencegah munculnya masalah-masalah yang lebih parah lagi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fase Demam Berdarah